Butuh Bantuan? Customer Service Omah Buku Muslim siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » Fiqih » Al Mughni jilid 11

Al Mughni jilid 11

  • Ditambahkan pada: 26 August 2015
  • Rp 150.000 Rp 187.000
  • Stock: Tersedia
  • SKU:
  • Dilihat: 559 kali
  • Kategori:
  • « Arahkan kursor pada gambar untuk Zoom
  • « Klik gambar untuk Full Size
Produk Terkait Al Mughni jilid 11
Buku Paket Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1&2 Buku Paket Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1&2
  • Stock: Tersedia
  • SKU:
  • Rp 296.000 Rp 370.000
  • Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 2 Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 2
  • Stock: Tersedia
  • SKU:
  • Rp 148.000 Rp 185.000
  • Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1 Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1
  • Stock: Tersedia
  • SKU:
  • Rp 148.000 Rp 185.000
  • Pemesanan via SMS
    Anda dapat melakukan pemesanan melalui SMS dengan format sebagai berikut:
    Nama_Alamat_Judul Buku & Jumlah kirim SMS/Whats App ke 087 8080 33400

    Deskripsi Produk Al Mughni jilid 11

    KITAB ZHIHAR 1
    KITAB SUMPAH LI’AN 126
    KITAB IDDAH 282
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang laki-laki menthalak istrinya yang mana keduanya telah melakukan 292
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita yang terkena thalak melakukan mandi setelah selesainya masa haid 307
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika wanita yang dithalak tersebut berstatus sebagai budak, maka masa iddahnya selesai 312
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika wanita yang dithalak tersebut adalah wanita yang sudah tidak lagi mengalami haid 314
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Wanita yang berstatus sebagai budak, masa iddahnya adalah dua bulan.” 318
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi, “Jika seorang budak wanita yang berstatus dithalak raj’i, kemudian sebelum selesai menjalani masa . 325
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita yang biasa mengalami haid dithalak oleh suaminya, kemudian haidnya 328
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika wanita tersebut berstatus sebagai budak, maka dia wajib menjalani masa iddah . 331
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika diketahui penyebab yang menghilangkan kebiasaan haid, 332
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika wanita tersebut menjalani haid satu putaran atau dua putaran, 334
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sang suami menthalak istrinya yang belum mengalami haid dan sebelum sang istri selesai 338
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang suami wafat, baik sang suami berstatus merdeka atau budak, 344
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang istri yang sedang hamil dithalak oleh suaminya atau suaminya meninggal dunia, 354
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hamil yang dijadikan sebagai akhir dari masa iddah adalah kehamilan yang jelas berisi manusia. 359
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita dithalak oleh suaminya atau suaminya meninggal dunia, 364
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita dithalak atau suaminya wafat, 373
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Laki-laki tersebut boleh menikahinya setelah sang wanita selesai menjalani dua kali iddah.” 377
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata; “Jika wanita tersebut melahirkan anak dan ada kemungkinan anak tersebut berasal dari keduanya; 380
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Wanita yang berstatus ummu walad, jika tuannya mati, maka dia belum boleh menikah hingga selesai menjalani satu kali haid.” 426
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika budak wanita tersebut sudah tidak mengalami masa haid (menopause), 431
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika tiba-tiba kebiasaan haidnya terhenti dan tidak diketahui penyebabnya, maka dalam kasus yang demikian, 434
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika wanita tersebut kondisinya sedang hamil, maka masa istibra-nya hingga dia melahirkan.” 435
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sang tuan memerdekakan ummul waladnya, atau sang tuan memerdekakan budak wanita yang pernah disetubuhinya, 441
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang tuan memiliki seorang budak wanita, 450
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Wanita yang suaminya meninggal dunia, tidak boleh mengenakan wewangian, perhiasan, 472
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Wanita yang dithalak dengan thalak tiga, 502
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji, 513
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang suami menthalak istrinya atau suaminya wafat dan sang suami tidak sedang bersama istrinya, 520

    KITAB RADHA’
    (Penyusuan Bayi Anak Orang Lain) 524
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Penyusuan yang secara yakin menimbulkan hukum haramnya pernikahan adalah penyusuan 526
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Memasukkan air susu melalui hidung juga sama dengan menyusui normal. 532
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Air susu yang dicampur dengan unsur lain hukumnya sama dengan air susu murni.” 537
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Mengonsumsi air susu wanita yang sudah meninggal dunia juga menimbulkan hukum haram sebab air susu tidak bisa dihukumi telah mati.” 539
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita hamil dari hubungannya dengan seseorang yang anak wanita tersebut dinasabkan kepada laki-laki tersebut. 541
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang laki-laki (A) menthalak istrinya (B) dengan thalak 3 dan si istri dalam kondisi sedang menyusui, 558
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang laki-laki (A) menikah dengan dua orang wanita, yang satu adalah wanita yang sudah dewasa (B) dan satunya lagi wanita yang masih kecil (C). 562
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang laki-laki (A) menikah dengan seorang wanita dewasa (B) dan dengan 2 orang wanita yang masih kecil. 582
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika bayi wanita yang menjadi istri jumlahnya ada 3, kemudian ketiganya disusui secara sendiri-sendiri oleh istri si (A) yang sudah dewasa, 585
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang wanita bersaksi tentang terjadinya sebuah penyusuan, maka timbul keharaman menikah, . 588
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang laki-laki (A) menikah dengan seorang wanita (B). Kemudian, sebelum melakukan hubungan badan si laki-laki tersebut berkata, 593
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang istri berkata bahwa suaminya adalah saudara sesusuannya, 597

    KITAB NAFKAH 601
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya, yaitu memberikan sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok sang istri dan juga pakaiannya.” 604
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang suami tidak mau melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya terhadap sang istri, 620
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sang suami tidak memberikan nafkah kepada istrinya dan tidak ada sesuatu yang menjadi milik suami yang dapat diambil oleh sang istri, 629
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang laki-laki wajib dan harus dipaksa menafkahi kedua orang tuanya, anak-anaknya; 655
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian pula dengan seorang anak yang tidak lagi memiliki ayah. Dalam kasus yang demikian, 673
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika anak kecil memiliki seorang ibu dan kakek, dalam kondisi yang demikian, 679
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang hanya memiliki nenek dan saudara laki-laki kandung, 682
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang yang telah memerdekakan budak wajib memberikan nafkah kepada budak yang telah dimerdekakannya, 692
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang budak wanita menikah dengan seorang laki-laki, maka yang wajib memberi nafkah kepada budak wanita tersebut adalah suaminya. 694
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sang istri berstatus budak yang di siang hari dia berada di rumah tuannya dan di malam hari ada di rumah suaminya, 697
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika budak wanita tersebut memiliki anak, maka dia tidak wajib menafkahi anaknya, baik status anaknya tersebut juga budak atau merdeka. 698
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang laki-laki yang berstatus budak tidak wajib menafkahi anak-anaknya, baik istrinya berstatus merdeka atau budak.” 702
    Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang budak wanita yang status kebudakannya bersifat mukatabah wajib.

    Al Mughni jilid 11

    Untuk pemesanan, ketik Nama_Alamat_Judul Buku & Jumlah kirim SMS/Whats App ke 087 8080 33400
    -!
    PROMO Menarik GRATIS ONGKIR 1KG WAHANA untuk JABODETABEK ATAU SUBSIDI ONGKIR Rp 5.000 untuk NON-JABODETABEK dengan minimum pembelian Rp 150.000,- sampai Desember 2018. Tunggu apalagi? NB: harga sewaktu-waktu dapat berubah, tergantung katalog terbaru dari penerbit. Untuk stok buku paling update, mohon konfirmasi via SMS/Whatsapp kami.

    Komentar dinonaktifkan: Al Mughni jilid 11

    Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini