Di era global saat ini, tak sedikit kaum Hawa yang memanfaatkan jasa dukun atau paranormal untuk kesuksesan bisnisnya, biar disayang suami, atau ingin cantik spontan dengan cara yang mudah dan cepat. Lemahnya iman dan minimnya bekal agama telah mendorongnya mencari jalan pintas terlarang. Meski untuk menempuh jalan ini mereka harus berkubang dalam kemusyrikan.

Inilah fenomena tragis yang melanda kaum muslimin. Lebih parah lagi, para penjaja kesyirikan ini terang-terangan “go public”, baik melalui media elektronik, jejaring sosial, maupun cerita dari mulut ke mulut tentang “kehebatan” seorang dukun.

Realita ini semakin menjamur ketika praktik perdukunan ini dibungkus dengan istilah pengobatan islami. Tampilan sang dukun terkesan lebih santun dengan jubah, jenggot, dan berbagai atribut keislaman, seperti menggunakan ayat-ayat Al-Qur`an. Dengan kondisi ini, banyak orang tertipu, sebagaimana kesaksian seorang wanita bernama Nurul Fitriah-Hongkong: “Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada pak ustadz karena tanpa ajian nirwana mungkin saya tidak seperti saat ini. Majikan tambah baik dan tidak kasar. Saya dianggap sebagai keluarga sendiri, selalu dikasih bonus. Di kampung, saya sekarang sudah bisa beli sawah, rumah, dan tempat usaha untuk keluarga. Bahkan, tiap minggu pasti saya libur. Sampai-sampai, teman saya pada iri melihat majikan saya yang berubah 180 derajat, karena dulu sadisnya minta ampun. Bahkan, dulu saya sempat mau kabur dan bunuh diri. Tapi setelah konsultasi sama pak ustadz, sekarang semuanya berubah.” (Membongkar Tipu Daya Dukun Sakti Berkedok Wali, Ust. Zainal Abidin bin Syamsyuddin, hlm. 55).

Hakikat dukun, paranormal, kyai sakti, atau sebutan lainnya adalah orang yang mengaku-ngaku memiliki kelebihan meramal, menerawang hal yang gaib dan kekuatan linuwih yang ia peroleh dari bantuan jin melalui ritual-ritual kesyirikan atau dengan matra-mantra tertentu, azimat, benda keramat, dan lainnya.
Disebutkan dalam hadits, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al-Qur`an yang telah diturunkan pada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad no. 9532, Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Seorang muslimah harus berhati-hati dan jangan mudah terpedaya dengan praktik perdukunan, meski dengan label islami sekalipun. Perkuat keimanan dan keyakinan bahwa hanya Allah lah satu-satunya yang mengetahui perkara gaib. Allah Ta’ala telah berfirman,

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml : 65)

Wanita muslimah hendaklah menjauhi teman-teman yang hobi ke dukun agar tidak terpengaruh olehnya, karena perdukunan merupakan salah satu pembatal keislaman. Sungguh masih banyak cara-cara penyelesaian suatu masalah yang bisa ditempuh dan tidak melanggar syariat. Seorang yang sakit, maka bisa diobati dengan terapi bekam, mengonsumsi habbatussauda, madu, dan berbagai ramuan herbal lainnya yang terbukti bermanfaat. Bisa juga dengan pengobatan medis melalaui dokter yang berkompeten.

Ketika bisnis kian suram, cobalah lebih mengevaluasi diri, mungkin faktor sedekah yang kurang atau dengan mengikuti pelatihan bisnis, memperbaiki manajemen, atau kiat lain yang tidak melanggar syariat. Ketika Anda merasa dizalimi orang lain, jangan lantas ke dukun. Namun, lakukan pendekatan diri pada orang tersebut lalu bicara dengan baik-baik, serta lakukan banyak kebaikan. Tidak lupa, iringi doa pada setiap kebutuhan kita.

Teruntuk muslimah agar lebih disayang suami maka lebih mendekatlah kepada Allah, perbanyak amal shalih, tampilkan akhlak mulia, seperti rendah hati, ramah, menghargai, dan lainnya. Jangan pernah percaya dengan kehebatan minyak pelet, susuk bertuah, pelaris, santet, tenung, gendam, kekebalan, dan lain sebagainya dari produk-produk kesyirikan.
Allah Ta’ala telah mengingatkan,

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 60)

Referensi:
 Membongkar Tipu Daya Dukun Sakti Berkedok Wali, Zainal Abidin, Pustaka Imam Bonjol, Jakarta, 2014.
 Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad at-Tamimi, penyusun Abu Isa Abdullah bin Salam, LBI al-Atsary, Yogyakarta, 1426H.
 Kitab Tauhid 3, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-fauzan, Darul Haq, Jakarta, 2002.
Penulis: Isruwanti Ummu Nashifah
Muraja’ah: Ustadz Yulian Purnama



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/11290-wanita-dan-perdukunan.html

Polling

Puaskah Anda dengan pelayan customer support kami?

Newsletter

Hubungi Kami

Email : omahbukumuslim [at] yahoo [dot] com

Whatsapp   : 087808033400